Minggu, 20 November 2011

Paus Purba Ditemukan di Gurun Atacama


Paus Purba Ditemukan di Gurun Atacama

detail berita
ilustrasi penemuan fosil paus (foto : Google)
SANTIAGO - Lebih dari dua juta tahun silam, sekumpulan paus yang berkerumun di Pantai Pasifik, Amerika Selatan, dan mati secara misterius. Banyak persepsi mengatakan mereka tiba-tiba kebingungan dan terdampar, atau terjebak dalam badai atau tanah longsor di sebuah laguna. Namun saat ditemukan paus-paus itu mati dalam posisi berjajar satu sama lain.

Sebagian paus itu berjajar hanya dengan selang jarak beberapa meter saja. Mereka terkubur seiring dengan dasar laut yang bergerak naik akibat tekanan geologis dan mengubah kubur paus-paus itu menjadi gurun.

Saat ini, paus-paus tersebut menyembul lagi di atas sebuah bukit gurun pasir yang berjarak setengah mil lebih dari bibir pantai. Seperti dilansir melalui MercuryNews, Minggu (20/11/2011), para peneliti dari Chili bersama-sama peneliti Smithsonian Institution, sekarang mulai menggali salah satu situs purbalaka terbesar dunia yang menyimpan fosil paus prasejarah. Mereka sedang mempelajari bagaimana paus-paus seukuran bus itu bisa berkumpul di gurun Atacama, Chili.

"Itu pertanyaan pertama," kata Mario Suarez, pimpinan Paleonthological Museum di kota Caldera, Chili.

Para ahli mengatakan, sekelompok fosil paus prasejarah lain telah ditemukan dalam keadaan berkerumun di Peru dan Mesir. Namun fosil di Chili ini menonjol dalam ukuran jumlah dan tulang-tulangnya yang masih awet. Fosil paus yang ditemukan sudah lebih dari 75 ekor, termasuk lebih dari 20 ekor paus yang rangkanya masih utuh.

"Saya menduga mereka mati pada waktu bersamaan," jelas Nicholas Pyenson, kurator fosil mamalia laut dari Smithsonian National Museum of Natural  History. Pyenson dan Suarez bekerja sama memimpin penelitian terhadap fosil paus tersebut.

Mengenai bagaimana caranya begitu banyak paus dapat mati pada waktu yang kurang lebih bersamaan, Pyenson berpendapat, "Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kematian paus, dan kami masih menguji hipotesis yang berbeda-beda it
u

0 komentar:

Posting Komentar